Make your own free website on Tripod.com

11 September di Afghanistan   

 

15 September 2002

Afghanistan: Berapa lagikah tentara salib AS yang harus mampus di Afghanistan? Peristiwa 11 september yang menyeret salibis AS menuju Afghanistan telah disesali kebanyakan dari para salibis itu sendiri. Barangkali jumlah mereka yang tewas hari ini telah melebihi jumlah korban di WTC.

Bahkan dalam rangka peringatan 1 tahun peristiwa WTC pun, mereka harus merelakan beberapa personelnya mendahului ke neraka. Beberapa markas mereka di Khost, Bagram dan Gardez dihujani bom serta roket Mujahidin saat mereka asyik memperingati kehancuran pusat perdagangan ribawi mereka, WTC dan pusat makar dunia, Pentagon. Sesaat setelah serangan, capung besi mereka meraung-raung di udara Afghanistan, dan hanya itulah yang mampu mereka lakukan, tanpa menemukan satupun jejak penyerang.

Pukul 10 pagi, (11/9) markas salibis AS di Khost dihujani puluhan roket yang menghancurkan beberapa bangunan. Suara roket memekakkan telinga hingga jarak puluhan kilo. Korban berjatuhan, namun hingga berita ini diturunkan mereka masih enggan mengakui jumlah pasti korban tewas.

Di Gardez, pada jam yang sama, Mujahidin memberondong markas salibis AS dan menghujaninya dengan beberapa roket. Saksi mata di lokasi memastikan jatuhnya korban tewas di pihak salibis AS dan beberapa munafikinnya Kirdun Karzai.

 

Di sebuah perbatasan antara Khost dan Gardez (desa Lakh Tighah) Mujahidin berhasil melakukan sergapan atas sebuah kendaraan militer AS yang bermaksud mengirimkan tentara salibnya ke Gardez. Serangan dengan senapan ringan tersebut menewaskan seluruh penumpang mobil itu. Roger King mengakui terjadinya insiden ini, namun ia berbohong dengan mengatakan tidak ada korban dipihaknya. Lalu siapa yang mampus disitu tolol?

Di lain lokasi, seorang penyerang dengan bersenjatakan AK 47 menyerbu markas salibis AS di Bagram. Korban tewas berjatuhan. Meski akhirnya ia tertangkap, yang pasti ia telah memenuhi janjinya kepada Rabbnya. Allahu Akbar. 

 

Sementara itu di Uruzgan, Mujahidin berhasil memaketkan beberapa roket ke arah kerumunan salibis AS. Menewaskan belasan salibis AS dan melukai puluhan lainnya. Mujahidin berhasil menyelamatkan diri sebelum kedatangan truk salibis AS dan pasukannya ke lokasi mereka.

 

Saksi mata mengatakan, asap hitam terus membumbung dari bekas ledakan roket hingga malam kamis. Mereka juga menyatakan, tentara-tentara salib AS tersebut menangis meraung-raung, menangisi jasad rekan mereka saat akan dipaketkan dengan peti mati ke neraka. Mereka mengakui kerugian ini dan kerugian lainnya yang banyak dalam serangan kali ini. Untuk menutupi kebohongan Roger King mengatakan bahwa para penyerang berhasil ditangkap. Ini Bohong Besar! 

 

Kota Asad Abad juga menjadi saksi kelemahan salibis dan adanya nashrullah. Sepanjang hari itu (11 september) pertempuran antara Mujahidin dan salibis AS terjadi begitu sengit di propinsi Kunar bagian timur. Pertempuran tersebut memakan waktu berjam-jam. Meski persenjataan para salibis begitu lengkap dan modern namun mereka tidak mendapat nashr dari Allah. Wal hasil mereka harus merelakan satu kawan mereka menuju neraka mendahului mereka.

 

Tangisan 11 september tidak akan pernah terhenti dari Amerika, sebelum kita mendapat salah satu dari dua janji Allah, syahadah atau Nashr. Tidak akan terhenti, sebelum mereka hengkang dari Jazirah Arab. Setiap tahun mereka akan (harus) memperingati hancurnya WTC dan Pentagon dengan mengorbankan ribuan tentaranya di berbagai bumi jihad. Allahu Akbar Wal 'izzatu lillah wa lirasulihi wa lilmu'minin.   (eRhaBy)


Copyright 2002  oleh Gempurdaily
Email : gempurdaily@yahoo.com